Sekarang sampai
juga kita di Ramadhan di tahun 1434 H, tidak terasa ramadhan tahun ini berlalu
dengan cepat. Apa yang kita dapatkan di ramadhan tahun ini?? Hanya diri masing-masing yang mampu menjawab
apa yang telah kita peroleh dari ramadhan tahun ini.
Sedikit
menyegarkan ingatan Ramadhan tahun ini sama dengan tahun sebelum-sebelumnya, ada
perbedaan klasik dari penetapan awal Ramadhan antara pemerintah (Nadhatul Ulama)
dan Muhammadiyah. Nadhatul Ulama dengan
metode rukyatul hilal-nya menetapkan satu
Ramadhan 1434 H jatuh pada tanggal 10 Juli 2013 tepatnya hari Rabu. Sedangkan Muhammadiyah
yang memakai metode wujudul hilal menetapkan
Ramadhan 1434 H jatuh pada tanggal 9 Juli 2013 hari Selasa.
Sebenarnya apa
itu rukyatul hilal dan wujudul hilal. Mari kita kupas lebih
detail. Rukyatul hilal adalah
kriteria penentuan awal bulan (kalender) Hijriyah dengan merukyat (mengamati)
hilal secara langsung. Apabila hilal (bulan sabit) tidak terlihat (atau gagal
terlihat), maka bulan (kalender) berjalan digenapkan (istikmal) menjadi 30
hari.
Sedangkan wujudul hilal adalah kriteria penentuan
awal bulan (kalender) Hijriyah dengan menggunakan dua prinsip: pertama Ijtimak
(konjungsi) telah terjadi sebelum Matahari terbenam (ijtima' qablal ghurub),
dan yang kedua Bulan terbenam setelah Matahari terbenam (moonset after
sunset), maka pada petang hari tersebut dinyatakan sebagai awal bulan
(kalender) Hijriyah, tanpa melihat berapapun sudut ketinggian (altitude)
Bulan saat Matahari terbenam.
Tak perlulah
kita terlalu memikirkan masalah perbedaan diatas, yang terpenting keyakinan
hati lebih utama daripada apapun. Setiap mereka memiliki keyakinan hati masing-masing
terhadap apa yang mereka ikuti. Jadi walaupun mereka mengikuti keputusan dari
salah satu pihak, itu hak mereka, dan mereka memiliki keyakinan atas hal itu.
Kembali ke
moment Ramadhan nan Mubarak, bagi
orang-orang yang menikmati terasa indah baginya satu bulan penuh ampunan.
Ramadhan diawali dengan jiwa-jiwa yang ingin menyucikan diri. Ramadhan membawa keberkahan
bagi mereka yang bersyukur. Ramadhan sangat cantik bagi mereka yang mengetahui.
Awal ramadhan
adalah hal yang paling ditunggu oleh setiap umat. Malam sebelum ramadhan mereka
datang ke mesjid untuk shalat taraweh menyambut Ramadhan. Sebagian dari mereka
membaca ayat suci Al-Qur’an sebagai wujud rasa syukur karena masih diberi
kesempatan untuk bertemu dengan Ramadhan tahun ini.
Ramadhan terus
berjalan mengiringi hati yang iklas untuk melaksanakan puasa, hingga sampai
pada malam dimana kitab suci Al-Qur’an diturunkan yakni pada tanggal 17
Ramadhan. Kita tahu bahwa Al-qur’an diturunkan pada malam 17 Ramadhan kepada
Rasul kita Nabi Muhammad SAW melalui perantara Malaikat Jibril. Dan pada saat
itu wahyu yang pertama turun adalah QS Al-Alaq ayat 1-5. Bacalah!! Itulah kalimat
pertama dari lantunan ayat pertama turun Al-Qur’an. Banyak makna pada kalimat
itu, yakni kita umat nabi Muhammad dituntut untuk belajar karena ilmu yang bermanfaat
akan kita bawa sampai ajal menjemput kita. Nah peristiwa itulah yang sering
kita sebut dengan Nuzulul Qur’an
(turunnya Al-Qur’an).
Akhirnya sampai
dipenghujung Ramadhan, malam sebelum 1 Syawal datang lantunan Takbir menggema
diseluruh penjuru negeri. Terharu dan sedih akan kehilangan bulan Ramadhan
tahun ini. Kita tak akan pernah tau, apakah tahun depan kita masih berjumpa
dengan Ramadhan.
Hari kemenangan
pun datang, Idul Fitri adalah kembali suci. Kembali suci pada hakikat manusia
sebagai makhluk Tuhan yang Maha Esa. Ramadhan melatih diri untuk selalu kuat,
disiplin, taat, sabar, merasakan apa yang sebelumnya belum pernah kita rasakan
sehingga kita tau bagaimana rasanya
orang-orang yang kurang beruntung merasakan lapar setiap hari. Setelah semuanya
dijalani dengan iklas puncak pencak perjuangan sampailah kepada kemenangan.
Tapi, kita tidak boleh berhenti sampai disitu, mempertahankan apa yang telah
kita lalui sungguh suatu perjuangan yang berat pula. Kita harus bisa menjaganya
untuk 11 bulan berikutnya.
Pada akhirnya
Ramadhan membawa kita kepada jiwa yang lebih suci, dan selalu dituntut untuk
menjaga dan mempertahankan apa yang telah kita peroleh dan kita laksanakan pada
saat bulan Ramadhan. Ramadhan al-mubarak sangat semarak jika hati melaksanakan
dengan iklas atas apa yang diperintahkan dan senantiasa mempertahankan dan
lebih baik lagi jika lebih ditingkatkan. Semoga di Ramadhan tahun ini kita
mendapatkan keberkahan dan kesucian. Dan Isyaallah
bertemu lagi pada Ramadhan berikutnya.
Artikel ini ditulis untuk diikutkan dalam Blog Competition Gebyar Farmasi II UNAND. Tema Pilihan "Ramadhan" (
http://bemfarmasiunand.org/)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar