بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Kamis, 12 September 2013

Ramadhan Al-Mubarak

Sekarang sampai juga kita di Ramadhan di tahun 1434 H, tidak terasa ramadhan tahun ini berlalu dengan cepat. Apa yang kita dapatkan di ramadhan tahun ini??  Hanya diri masing-masing yang mampu menjawab apa yang telah kita peroleh dari ramadhan tahun ini.
Sedikit menyegarkan ingatan Ramadhan tahun ini sama dengan tahun sebelum-sebelumnya, ada perbedaan klasik dari penetapan awal Ramadhan antara pemerintah (Nadhatul Ulama) dan Muhammadiyah.  Nadhatul Ulama dengan metode rukyatul hilal-nya menetapkan satu Ramadhan 1434 H jatuh pada tanggal 10 Juli 2013 tepatnya hari Rabu. Sedangkan Muhammadiyah yang memakai metode wujudul hilal menetapkan Ramadhan 1434 H jatuh pada tanggal 9 Juli 2013 hari Selasa.
Sebenarnya apa itu rukyatul hilal dan wujudul hilal. Mari kita kupas lebih detail. Rukyatul hilal adalah kriteria penentuan awal bulan (kalender) Hijriyah dengan merukyat (mengamati) hilal secara langsung. Apabila hilal (bulan sabit) tidak terlihat (atau gagal terlihat), maka bulan (kalender) berjalan digenapkan (istikmal) menjadi 30 hari. 
Sedangkan wujudul hilal adalah kriteria penentuan awal bulan (kalender) Hijriyah dengan menggunakan dua prinsip: pertama Ijtimak (konjungsi) telah terjadi sebelum Matahari terbenam (ijtima' qablal ghurub), dan yang kedua Bulan terbenam setelah Matahari terbenam (moonset after sunset), maka pada petang hari tersebut dinyatakan sebagai awal bulan (kalender) Hijriyah, tanpa melihat berapapun sudut ketinggian (altitude) Bulan saat Matahari terbenam.
Tak perlulah kita terlalu memikirkan masalah perbedaan diatas, yang terpenting keyakinan hati lebih utama daripada apapun. Setiap mereka memiliki keyakinan hati masing-masing terhadap apa yang mereka ikuti. Jadi walaupun mereka mengikuti keputusan dari salah satu pihak, itu hak mereka, dan mereka memiliki keyakinan atas hal itu.
Kembali ke moment Ramadhan nan Mubarak, bagi orang-orang yang menikmati terasa indah baginya satu bulan penuh ampunan. Ramadhan diawali dengan jiwa-jiwa yang ingin menyucikan diri. Ramadhan membawa keberkahan bagi mereka yang bersyukur. Ramadhan sangat cantik bagi mereka yang mengetahui.
Awal ramadhan adalah hal yang paling ditunggu oleh setiap umat. Malam sebelum ramadhan mereka datang ke mesjid untuk shalat taraweh menyambut Ramadhan. Sebagian dari mereka membaca ayat suci Al-Qur’an sebagai wujud rasa syukur karena masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan Ramadhan tahun ini.
Ramadhan terus berjalan mengiringi hati yang iklas untuk melaksanakan puasa, hingga sampai pada malam dimana kitab suci Al-Qur’an diturunkan yakni pada tanggal 17 Ramadhan. Kita tahu bahwa Al-qur’an diturunkan pada malam 17 Ramadhan kepada Rasul kita Nabi Muhammad SAW melalui perantara Malaikat Jibril. Dan pada saat itu wahyu yang pertama turun adalah QS Al-Alaq ayat 1-5. Bacalah!! Itulah kalimat pertama dari lantunan ayat pertama turun Al-Qur’an. Banyak makna pada kalimat itu, yakni kita umat nabi Muhammad dituntut untuk belajar karena ilmu yang bermanfaat akan kita bawa sampai ajal menjemput kita. Nah peristiwa itulah yang   sering kita sebut dengan Nuzulul Qur’an (turunnya Al-Qur’an).

Akhirnya sampai dipenghujung Ramadhan, malam sebelum 1 Syawal datang lantunan Takbir menggema diseluruh penjuru negeri. Terharu dan sedih akan kehilangan bulan Ramadhan tahun ini. Kita tak akan pernah tau, apakah tahun depan kita masih berjumpa dengan Ramadhan.
Hari kemenangan pun datang, Idul Fitri adalah kembali suci. Kembali suci pada hakikat manusia sebagai makhluk Tuhan yang Maha Esa. Ramadhan melatih diri untuk selalu kuat, disiplin, taat, sabar, merasakan apa yang sebelumnya belum pernah kita rasakan sehingga  kita tau bagaimana rasanya orang-orang yang kurang beruntung merasakan lapar setiap hari. Setelah semuanya dijalani dengan iklas puncak pencak perjuangan sampailah kepada kemenangan. Tapi, kita tidak boleh berhenti sampai disitu, mempertahankan apa yang telah kita lalui sungguh suatu perjuangan yang berat pula. Kita harus bisa menjaganya untuk 11 bulan berikutnya.
Pada akhirnya Ramadhan membawa kita kepada jiwa yang lebih suci, dan selalu dituntut untuk menjaga dan mempertahankan apa yang telah kita peroleh dan kita laksanakan pada saat bulan Ramadhan. Ramadhan al-mubarak sangat semarak jika hati melaksanakan dengan iklas atas apa yang diperintahkan dan senantiasa mempertahankan dan lebih baik lagi jika lebih ditingkatkan. Semoga di Ramadhan tahun ini kita mendapatkan keberkahan dan kesucian. Dan Isyaallah bertemu lagi pada Ramadhan berikutnya.
Artikel ini ditulis untuk diikutkan dalam Blog Competition Gebyar Farmasi II UNAND. Tema Pilihan "Ramadhan" (http://bemfarmasiunand.org/)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar