Luhurnya
cita-cita para pejuang bangsa adalah ingin melihat Indonesia esoknya
menjadi bangsa yang merdeka, tidak hanya
merdeka dalam arti kata bebas dari para penjajah tapi juga merdeka dalam arti bebas
berkarya, berfikir positif serta bebas dalam kekayaan hati akan nilai-nilai sosial
serta spiritual.
Enam puluh
delapan tahun yang lalu, tepatnya tanggal 17 Agustus 1945 itulah puncak
perjuangan Indonesia untuk mendapatkan kemerdekaan. Dimana setelah 3.5 abad
bangsa Indonesia dibelenggu oleh para penjajah akhirnya saat itu adalah hari
pertama dimana masyarakat Indonesia bisa bersorak merdeka, merdekaa!! Tanpa
rasa cemas dan takut dengan para penjajah . Tidak hanya sampai disana
perjuangan bangsa Indonesia, bangsa penjajah tidak mengakui kemerdekaan bangsa
akhirnya timbul pertentangan lagi antara bangsa pribumi dengan para penjajah.
Mereka menganggap bahwa kemerdekaan yang didapatkan oleh Indonesia adalah
sebuah hadiah saja, maksudnya kemerdekaan yang didapatkan adalah kemerdekaan
pemberian oleh penjajah. Tapi, perlu kita ketahui bahwa kemerdekaan yang didapatkan
bukanlah kemerdekaan yang dijanjikan oleh Jepang sebelumnya. Untuk mendapatkan
kemerdekaan ini pergolakan yang timbul adalah pergolakan fisik dan mental para
pahlawan bangsa. Bukan serta merta mudah dan merupakan pemberian. Itu tidak
benar.
Jika kita
kembali ketahun 2013, apakah kemerdekaan yang dicita-citakan para pahlawan itu
terwujud. Memang bangsa kita tidak dijajah secara fisik lagi oleh bangsa
penjajah lagi tapi, apakah kita merdeka semerdeka
- merdekanya yakni merdeka tidak terpengaruh oleh
apa dan siapapun. Dalam arti sempit kita memang telah merdeka, tapi dalam arti
luas kita masih belum merdeka. Kita masih terjajah oleh keinginan hati yang
tidak menuntun kepada keadaan yang lebih baik.
O iya saat memasuki usia 68 tahun, Indonesia menikmati
pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan mencapai di kisaran 6%, sementara
sejumlah negara di kawasan Eropa sedang berjuang pulih dari krisis ekonomi. Itu
jelas sebuah prestasi walau pada saat bersamaan sejumlah masalah masih terus
membayang-bayangi Indonesia, antara lain korupsi, penegakan hukum, distribusi
pendapatan, maupun keamanan yang antara lain tercermin dari tewasnya dua aparat
polisi dalam waktu 10 hari
Kadangkala
bagaimanapun prestasi yang dicapai oleh seseorang tidak mampu menghapus kebenaran
bahwa orang tersebut pernah berbuat salah. Begitu juga dengan Indonesia
walaupun sejumlah prestasi telah diraih tapi masyarakat Indonesia masih saja dibayang-bayangi
oleh masalah Indonesia yang susah untuk diselesaikan. Sehingga masyarakat masih
saja gelisah, dan itu menandakan bahwa Indonesia belum merdeka seutuhnya.
Oleh karena itu
bangsa Indonesia harus memprioritaskan penyelesaian masalah yang membabi buta
di Indonesia. Tanpa mengeyampingkan untuk meraih prestasi. Semoga di ulang
tahun yang berikutnya Indonesia memiliki perubahan yang lebih positif lagi.
Artikel ini ditulis untuk diikutkan dalam Blog Competition Gebyar Farmasi II UNAND. Tema Pilihan "Hari Kemerdekaan RI" (
http://bemfarmasiunand.org/)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar