بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Jumat, 20 September 2013

Apakah Kita Telah Merdeka Seutuhnya??

 Tanggal 17 Agustus 2013 ini, Insya Allah menandakan Indonesia merdeka yang ke-68 tahun. Berarti sudah 68 tahun Indonesia mempertahankan kemerdekaan yang sulit untuk didapatkan dulunya. Semua itu tidak lepas dari perjuangan para pahlawan yang rela mati demi mendapatkan dan mempertahan kemerdekaan Indonesia. Tulusnya perjuangan para pahlawan membawa makna tersendiri bagi bangsa Indonesia, bahwa Indonesia dicintai oleh rakyatnya. 
Luhurnya cita-cita para pejuang bangsa adalah ingin melihat Indonesia esoknya menjadi  bangsa yang merdeka, tidak hanya merdeka dalam arti kata bebas dari para penjajah tapi juga merdeka dalam arti bebas berkarya, berfikir positif serta bebas dalam kekayaan hati akan nilai-nilai sosial serta spiritual. 
Enam puluh delapan tahun yang lalu, tepatnya tanggal 17 Agustus 1945 itulah puncak perjuangan Indonesia untuk mendapatkan kemerdekaan. Dimana setelah 3.5 abad bangsa Indonesia dibelenggu oleh para penjajah akhirnya saat itu adalah hari pertama dimana masyarakat Indonesia bisa bersorak merdeka, merdekaa!! Tanpa rasa cemas dan takut dengan para penjajah . Tidak hanya sampai disana perjuangan bangsa Indonesia, bangsa penjajah tidak mengakui kemerdekaan bangsa akhirnya timbul pertentangan lagi antara bangsa pribumi dengan para penjajah. Mereka menganggap bahwa kemerdekaan yang didapatkan oleh Indonesia adalah sebuah hadiah saja, maksudnya kemerdekaan yang didapatkan adalah kemerdekaan pemberian oleh penjajah. Tapi, perlu kita ketahui bahwa kemerdekaan yang didapatkan bukanlah kemerdekaan yang dijanjikan oleh Jepang sebelumnya. Untuk mendapatkan kemerdekaan ini pergolakan yang timbul adalah pergolakan fisik dan mental para pahlawan bangsa. Bukan serta merta mudah dan merupakan pemberian. Itu tidak benar.
Jika kita kembali ketahun 2013, apakah kemerdekaan yang dicita-citakan para pahlawan itu terwujud. Memang bangsa kita tidak dijajah secara fisik lagi oleh bangsa penjajah lagi tapi, apakah kita merdeka semerdeka - merdekanya  yakni merdeka tidak terpengaruh oleh apa dan siapapun. Dalam arti sempit kita memang telah merdeka, tapi dalam arti luas kita masih belum merdeka. Kita masih terjajah oleh keinginan hati yang tidak menuntun kepada keadaan yang lebih baik.
O iya saat memasuki usia 68 tahun, Indonesia menikmati pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan mencapai di kisaran 6%, sementara sejumlah negara di kawasan Eropa sedang berjuang pulih dari krisis ekonomi. Itu jelas sebuah prestasi walau pada saat bersamaan sejumlah masalah masih terus membayang-bayangi Indonesia, antara lain korupsi, penegakan hukum, distribusi pendapatan, maupun keamanan yang antara lain tercermin dari tewasnya dua aparat polisi dalam waktu 10 hari
Kadangkala bagaimanapun prestasi yang dicapai oleh seseorang tidak mampu menghapus kebenaran bahwa orang tersebut pernah berbuat salah. Begitu juga dengan Indonesia walaupun sejumlah prestasi telah diraih tapi masyarakat Indonesia masih saja dibayang-bayangi oleh masalah Indonesia yang susah untuk diselesaikan. Sehingga masyarakat masih saja gelisah, dan itu menandakan bahwa Indonesia belum merdeka seutuhnya.
Oleh karena itu bangsa Indonesia harus memprioritaskan penyelesaian masalah yang membabi buta di Indonesia. Tanpa mengeyampingkan untuk meraih prestasi. Semoga di ulang tahun yang berikutnya Indonesia memiliki perubahan yang lebih positif lagi.
Artikel ini ditulis untuk diikutkan dalam Blog Competition Gebyar Farmasi II UNAND. Tema Pilihan "Hari Kemerdekaan RI" (http://bemfarmasiunand.org/)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar