بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Selasa, 28 Januari 2014

KAUM MUDA BICARA INDONESIA: INDONESIA MASIH BISA BANGKIT!!





Berkenaan dengan tema  “Indonesia disebut sebagai Bangsa yang Lembek, Benarkah??” Yang terkandung dalam pesan (artikel) berjudul “Civis Pacem Parrabelum” di www.darwinsaleh.com , saya berpandangan bahwa saya setuju Indonesia harus berbenah  terlebih dahulu agar Indonesia menjadi kuat, maka harus berperang dengan diri sendiri agar disiplin, tidak korupsi, menghargai waktu, intinya menjadi bangsa yang kuat harus dimulai dari diri bangsa itu sendiri.

Berbicara tentang Indonesia banyak sekali hal-hal yang harus dipaparkan, ditelaah, bahkan dikagumi sehingga kita bisa berucap woww untuk Indonesia. Indonesia adalah negara kaya, kaya dalam hal sumber daya alam dan bahkan kaya juga dalam hal sumber daya manusia, kita sebutkan satu-satu dimana letak kekayaan Indonesia sebenarnya. Pertama Indonesia memiliki pertambangan emas terbesar dan kualitas emasnya  tebaik diseluruh dunia, kedua tenyata Indonesia memiliki cadangan gas alam terbesar didunia tepatnya di blok Natuna, ketiga Indonesia memiliki hutan hujan tropis terbesar di dunia dengan keanekaragaman hayati dan plasma nutfah terlengkap didunia, keempat Indonesia memiliki lautan terluas didunia, kelima Indonesia memiliki jumlah penduduk terbesar ke-4 didunia dengan potensi yang dimilikinya, keenam Indonesia memiliki banyak tanah yang subur karena banyaknya gunung merapi yang aktif dan Indonesia dilintasi garis khatulistiwa dimana keimbangan air dan cahaya matahari cukup unutk membuat tanah menjadi subur, dan yang ketujuh Indonesia memiliki culture yang beragam serta pemandangan eksotis nan cantik hanya ada di Indonesia.

Diawal tahun 2014 Indonesia diuji dengan beberapa bencana yang menimpa negeri ini. Banjir di Jakarta dan daerah lainnya, erupsi Gunung Sinabung di Karo Sumatra Utara, dan banjir bandang di Manado, Sulawesi Utara. Musibah yang diberikan adalah wujud rasa sayang Allah kepada hamba-Nya, dimana musibah tersebut menguji kesabaran manusia, bencana tersebut dapat diatasi karena Allah tidak akan memberikan musibah diluar kemampuan hamba-Nya. Sungguh tidak dipungkiri bahwa semua bencana itu disebabkan oleh ulah manusia sendiri. Alam tidak akan memberontak jika manusia ramah terhadapnya. Sehingga hanya kesabaran yang perlu ditambah oleh setiap korban bencana. Karena kesabaran adalah obat yang paling mujarab untuk mengobati luka para korban bencana. Tapi dibalik kesabaran itu, karena kita hidup di negeri yang memiliki pemimpin, maka pemimpin harus peka atau dengan kata lain harus bertanggung jawab atas kesejahteraan, keamanan serta kenyamanan masyarakatnya. Pemimpin yang dipilih rakyat adalah bentuk perwakilan rakyat dalam hal apapun demi kesejahteraan dan menaruh harapan besar demi kelangsungan hidup rakyat. Ditengah- tengah bencana yang menimpa Indonesia maka  harapan yang ditaruh masyarakat pada pemimpinnya harus diaktualisasikan oleh pemimpin. Mari kita ulas satu demi satu bagaimana pemerintah memberikan tanggung jawabnya terhadap penanggulangan bencana dan kesejahteraan korban bencana.

Kata mereka, Jakarta adalah langganan banjir, hampir setiap tahun Jakarta selalu ditimpa banjir. Namun bangsa Indonesia tidak belajar dari pengalaman banjir masa lalu, bahkan banjir yang datang dari tahun ke tahun makin parah. Dalam hal ini, bangsa Indonesia terkesan agak sedikit lambat menanggapi bencana, anggaran pemerintah untuk penangan banjir tahun 2013 adalah sebesar U$730 juta, dan untuk tahun 2014 malah diturunkan menjadi U$320 juta, bandingkan dengan Jepang anggaran untuk penanganan banjir di negara Jepang U$8.610 juta untuk tahun 2013. Sedangkan banjir bukan ancaman besar di Jepang karena ancaman yang sering melanda Jepang adalah gempa bumi, dilihat dari segi intensitas dan capukannya Indonesia lebih berpeluang untuk banjir dan malah untuk tahun 2014 anggaran penangan banjir turun.  Indonesia harus membenahi 3.000 daerah aliran sungai (DAS) yang diprioritaskan, dengan minimnya anggaran maka baru 108 DAS yang dibenahi mulai dari tahun 2009 sampai 2014. Sehingga masih memerlukan dana yang lebih besar lagi untuk membenahi semua DAS tersebut, akibatnya Indonesia akan terus dilanda banjir sampai pemerintah bisa menyisihkan anggaran yang lebih besar lagi untuk mengatasinya. Lain lagi dengan bencana erupsi Gunung Sinabung di Karo Sumatra Utara sejak meletus diawal September 2013, warga di sekitar Gunung Sinabung terpaksa harus meninggalkan rumah dan kebun mereka untuk mengungsi ke daerah yang lebih aman. Telah 4 bulan sejak erupsi pertama tersebut belum ada tanggapan yang berarti dari pemerintah terhadap bencana Gunung Sinabung, memang ada bantuan bari Badan Penanggulanggan Bencana Nasional (BPBN) dan badan-badan sosial lain yang bersimpati terhadap warga di Karo Sumatra Utara, tapi itu masih jauh sekali dari apa yang diharapkan masyrakat Karo untuk kelangsungan hidup mereka. Bagaimanakah ini?? Apakah tidak terlihat bahwa pemerintah lamban dalam menanggapi bencana?? Apakah harus ditunggu dulu masyarakat yang mengungsi semakin dan semakin menderita baru pemerintah turun tangan dan sekali lagi kita hidup dinegara yang memiliki pemimpin. Entahlah!!

Belum lagi tahun 2014 adalah tahun politik, artinya di tahun ini akan ada pesta politik yakni pemilihan umum di Indonesia untuk memilih orang –orang yang akan duduk di kursi legislatif (DPD, DPRD, DPR) maupun di eksekutif (Presiden dan Wakil Presiden), setiap partai berlomba-lomba memamerkan kelebihan meraka, mengusung nama-nama yang mewakili partai di kursi legislatif maupun eksekutif nantinya. Sibuk janji ini dan janji itu, entahlah apakah mereka mampu menepati janjinya. Dengan demikian para calon legislatif berusaha mengambil hati rakyat dan momennya sangat tetap saat bencana datang melanda Indonesia dengan datang memberikan bantuan kepada korban bencana alam, memberikan bantuan adalah tugas yang mulia, mudah-mudahan tidak ada embel-embel lain dihati para calon yang memberikan bantuan kecuali ketulusan dan keikhlasan untuk saling membantu. Dengan demikian usaha pemerintah untuk memberikan bantuan kepada korban bencana alam sudah sedikit terbantu oleh parpol- parpol tersebut.

Namun dibalik semua itu ada hal-hal lain yang membuat pemerintah terhambat untuk segera cepat dalam segala hal. Mungkin karena kendala dana atau uang. Kembali kepada penjelasan paragraf pertama bahwa Indonesia sebenarnya adalah negara yang paling kaya didunia. Jika pemerintah tidak menjual kekayaan negara yang diatas namakan demi kepentingan rakyat tapi pada akhirnya hanya demi kepentingan pribadi maka pertambangan emas di Papua tidak akan jatuh di PT Freefort, hanya 1 % keuntungan dari pertambangan emas untuk Indonesia sebagai pemilik tanah  sementara 99% untuk Amerika sebagai pengelola dan memiliki teknologi untuk melakukan penambangan. Jika hamparan hutan hujan tropis yang berada di Kalimantan, Sulawasi dan Sumatra tetap dilindungi dan tidak dijadikan area untuk permainan Golf  bagi mereka yang berkantong tebal, jika pertahanan Indonesia kuat dalam melindungi daerah laut maka negara tetangga tidak akan bisa menggambil hasil laut didaerah laut Indonesia, dan jika potensi anak-anak bangsa yang tinggi dihargai oleh bangsanya sendiri sehingga dia tidak melarikan diri keluar negeri dimana pemikiran mereka lebih dihargai. Anak-anak bangsa adalah cikal bakal pemimpin masa depan yang harus tetap diberi arahan dalam setiap pelaksanaan kepemimpinan,  alangkah baiknya jika pemerintah menambah pengetahuan anak bangsa dengan mengirim anak bangsa belajar diluar negeri dalam jangka waktu tertentu dan pulang kembali ke tanah air untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat di luar negeri. Tapi kenyataannya malah anggota DPR yang katanya pergi studi banding tapi tidak mendapatkan ilmu padahal telah mengabiskan uang rakyat, dan bagi mereka hanyalah ajang untuk berwisata melapas penat setelah lama bekerja, padahal ada beban berat yang harus mereka pikul untuk kemajuan bangsa Indonesia dan mereka harus bertanggung jawab terhadap harapan rakyat.

Sebenarnya Indonesia tidak terlambat untuk mulai berbenah kembali, saat Indonesia jatuh maka Indonesia harus tegak berdiri kembali karena kehidupan akan terus berlanjut meskipun tanpa Indonesia, jika tidak Indonesia akan tetap terus tertinggal, negara lain akan semakin kuat dan Indonesia akan makin lembek. Lebih baik berjalan dari pada hanya diam. Caranya bisa dengan membangkitkan semangat muda bagi para putra putri Indonesia, membangun kedisiplinan yang lebih. Semangatkan lagi gerakan anti korupsi yang bukan hanya omong doang!! Menanamkan nilai-nilai kejujuran sejak dini terhadap anak-anak di Indonesia akan mengurangi sifat-sifat yang suka korupsi di kemudian hari.

Di tahun 2013 lalu Indonesia menikmati pertumbuhan ekonomi yang mencapai kisaran 6 %, sementara sejumlah negara di kawasan Eropa sedang berjuang pulih dari krisis ekonomi. Itu jelas sebuah prestasi walau pada saat bersamaan sejumlah masalah masih terus membayang-bayangi Indonesia, antara lain korupsi, penegakan hukum, distribusi pendapatan, maupun keamanan.Kadangkala bagaimanapun prestasi yang dicapai oleh seseorang tidak mampu menghapus kebenaran bahwa orang tersebut pernah berbuat salah. Begitu juga dengan Indonesia walaupun sejumlah prestasi telah diraih tapi masyarakat Indonesia masih saja dibayang-bayangi oleh masalah Indonesia yang susah untuk diselesaikan. Sehingga masyarakat masih saja gelisah, kekuatan yang sebenarnya bisa muncul malah terhalangi oleh hal-hal semacam itu. Oleh karena itu  untuk menjadi kuat lagi bangsa Indonesia harus memprioritaskan penyelesaian masalah yang membabi buta di Indonesia. Tanpa mengenyampingkan untuk meraih prestasi.

Oleh karena itu Indonesia harus bangkit sebangkit bangkitnya, dimulai dari hal- hal kecil sampai hal yang paling besar. Tidak hanya pemerintah tapi semua elemen masyarakat terutama pemuda, pemuda harus mengambil peran sebagai agen of change bagi perbaikan bangsa, karena pemuda adalah sekumpulan orang yang memiliki semangat, jiwa, dan ide yang masih segar, orang yang berfikir kritis terhadap suatu masalah, orang yang berenergi positif, visioner, tangguh, dan  orang yang akan membangun bangsanya menjadi lebih baik kedepannya. Pemuda sebagai  agen of change merupakan sebuah agen perubahan bagi bangsa menuju pada keadaan yang konsisten, damai, dan sejahtera. Seiring perjalanan bangsa  peran pemuda akan banyak membawa perubahan yang baik bagi masyarakat Indonesia. Saya, kamu dan kita semuanya adalah harapan Indonesia untuk mulai bangkit dan kemabali menjadi bangsa yang kuat lagi. Tidak terjajah oleh fikiran yang menyesatkan bangsa, disiplin, dan mengharumkan nama bangsa di luar. Sebagai anak yang dilahirkan ditanah air tercinta Indonesia sudah sepantasnyalah kita harus berani berkorban membela Indonesia membawa Indoensia menjadi jaya. Termasuk bereparang melawan diri sendiri supaya tidak terjebak dalam prilaku yang membuat Indonesia menjadi semakin lembek. Tugas kita adala melakukan hal-hal yang positif, berani untuk bersuara demi membangun kekuatan Indoensia yang dambakan. Dengan begitu berperang melawan diri sendiri supaya selalu mengikuti suara hati dalam bertindak. Dan sekali lagi Indonesia belum terlambat untuk bangkit karena Indoensia memiliki pemuda pemudi yang cerdas. Mudah-mudahan kekuatan itu muncul dan kita, bangsa Indonesia tidak lamban lagi dalam bertindak.


Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog dari www.darwinsaleh.com . Tulisan ini adalah karya sendiri dan bukan merupakan jiplakan.

Sumber Referensi



Tidak ada komentar:

Posting Komentar