Berkenaan dengan tema “Indonesia disebut sebagai Bangsa yang Lembek,
Benarkah??” Yang terkandung dalam pesan (artikel) berjudul “Civis Pacem
Parrabelum” di www.darwinsaleh.com
, saya berpandangan bahwa saya setuju Indonesia harus berbenah terlebih dahulu agar Indonesia menjadi kuat,
maka harus berperang dengan diri sendiri agar disiplin, tidak korupsi,
menghargai waktu, intinya menjadi bangsa yang kuat harus dimulai dari diri
bangsa itu sendiri.
Berbicara tentang Indonesia banyak
sekali hal-hal yang harus dipaparkan, ditelaah, bahkan dikagumi sehingga kita
bisa berucap woww untuk Indonesia. Indonesia adalah negara kaya, kaya dalam hal
sumber daya alam dan bahkan kaya juga dalam hal sumber daya manusia, kita
sebutkan satu-satu dimana letak kekayaan Indonesia sebenarnya. Pertama
Indonesia memiliki pertambangan emas terbesar dan kualitas emasnya tebaik diseluruh dunia, kedua tenyata
Indonesia memiliki cadangan gas alam terbesar didunia tepatnya di blok Natuna,
ketiga Indonesia memiliki hutan hujan tropis terbesar di dunia dengan
keanekaragaman hayati dan plasma nutfah terlengkap didunia, keempat Indonesia
memiliki lautan terluas didunia, kelima Indonesia memiliki jumlah penduduk
terbesar ke-4 didunia dengan potensi yang dimilikinya, keenam Indonesia
memiliki banyak tanah yang subur karena banyaknya gunung merapi yang aktif dan
Indonesia dilintasi garis khatulistiwa dimana keimbangan air dan cahaya
matahari cukup unutk membuat tanah menjadi subur, dan yang ketujuh Indonesia
memiliki culture yang beragam serta pemandangan eksotis nan cantik hanya ada di
Indonesia.
Diawal
tahun 2014 Indonesia diuji dengan beberapa bencana yang menimpa negeri ini.
Banjir di Jakarta dan daerah lainnya, erupsi Gunung Sinabung di Karo Sumatra Utara,
dan banjir bandang di Manado, Sulawesi Utara. Musibah yang diberikan adalah
wujud rasa sayang Allah kepada hamba-Nya, dimana musibah tersebut menguji
kesabaran manusia, bencana tersebut dapat diatasi karena Allah tidak akan
memberikan musibah diluar kemampuan hamba-Nya. Sungguh tidak dipungkiri bahwa
semua bencana itu disebabkan oleh ulah manusia sendiri. Alam tidak akan
memberontak jika manusia ramah terhadapnya. Sehingga hanya kesabaran yang perlu
ditambah oleh setiap korban bencana. Karena kesabaran adalah obat yang paling
mujarab untuk mengobati luka para korban bencana. Tapi dibalik kesabaran itu,
karena kita hidup di negeri yang memiliki pemimpin, maka pemimpin harus peka
atau dengan kata lain harus bertanggung jawab atas kesejahteraan, keamanan
serta kenyamanan masyarakatnya. Pemimpin yang dipilih rakyat adalah bentuk perwakilan
rakyat dalam hal apapun demi kesejahteraan dan menaruh harapan besar demi
kelangsungan hidup rakyat. Ditengah- tengah bencana yang menimpa Indonesia
maka harapan yang ditaruh masyarakat
pada pemimpinnya harus diaktualisasikan oleh pemimpin. Mari kita ulas satu demi
satu bagaimana pemerintah memberikan tanggung jawabnya terhadap penanggulangan
bencana dan kesejahteraan korban bencana.
Kata
mereka, Jakarta adalah langganan banjir, hampir setiap tahun Jakarta selalu
ditimpa banjir. Namun bangsa Indonesia tidak belajar dari pengalaman banjir masa
lalu, bahkan banjir yang datang dari tahun ke tahun makin parah. Dalam hal ini,
bangsa Indonesia terkesan agak sedikit lambat menanggapi bencana, anggaran
pemerintah untuk penangan banjir tahun 2013 adalah sebesar U$730 juta, dan
untuk tahun 2014 malah diturunkan menjadi U$320 juta, bandingkan dengan Jepang
anggaran untuk penanganan banjir di negara Jepang U$8.610 juta untuk tahun 2013.
Sedangkan banjir bukan ancaman besar di Jepang karena ancaman yang sering
melanda Jepang adalah gempa bumi, dilihat dari segi intensitas dan capukannya
Indonesia lebih berpeluang untuk banjir dan malah untuk tahun 2014 anggaran
penangan banjir turun. Indonesia harus
membenahi 3.000 daerah aliran sungai (DAS) yang diprioritaskan, dengan minimnya
anggaran maka baru 108 DAS yang dibenahi mulai dari tahun 2009 sampai 2014.
Sehingga masih memerlukan dana yang lebih besar lagi untuk membenahi semua DAS
tersebut, akibatnya Indonesia akan terus dilanda banjir sampai pemerintah bisa
menyisihkan anggaran yang lebih besar lagi untuk mengatasinya. Lain lagi dengan
bencana erupsi Gunung Sinabung di Karo Sumatra Utara sejak meletus diawal September
2013, warga di sekitar Gunung Sinabung terpaksa harus meninggalkan rumah dan
kebun mereka untuk mengungsi ke daerah yang lebih aman. Telah 4 bulan sejak
erupsi pertama tersebut belum ada tanggapan yang berarti dari pemerintah
terhadap bencana Gunung Sinabung, memang ada bantuan bari Badan Penanggulanggan
Bencana Nasional (BPBN) dan badan-badan sosial lain yang bersimpati terhadap
warga di Karo Sumatra Utara, tapi itu masih jauh sekali dari apa yang
diharapkan masyrakat Karo untuk kelangsungan hidup mereka. Bagaimanakah ini??
Apakah tidak terlihat bahwa pemerintah lamban dalam menanggapi bencana?? Apakah
harus ditunggu dulu masyarakat yang mengungsi semakin dan semakin menderita
baru pemerintah turun tangan dan sekali lagi kita hidup dinegara yang memiliki
pemimpin. Entahlah!!
Belum
lagi tahun 2014 adalah tahun politik, artinya di tahun ini akan ada pesta
politik yakni pemilihan umum di Indonesia untuk memilih orang –orang yang akan
duduk di kursi legislatif (DPD, DPRD, DPR) maupun di eksekutif (Presiden dan
Wakil Presiden), setiap partai berlomba-lomba memamerkan kelebihan meraka,
mengusung nama-nama yang mewakili partai di kursi legislatif maupun eksekutif
nantinya. Sibuk janji ini dan janji itu, entahlah apakah mereka mampu menepati
janjinya. Dengan demikian para calon legislatif berusaha mengambil hati rakyat
dan momennya sangat tetap saat bencana datang melanda Indonesia dengan datang
memberikan bantuan kepada korban bencana alam, memberikan bantuan adalah tugas
yang mulia, mudah-mudahan tidak ada embel-embel lain dihati para calon yang
memberikan bantuan kecuali ketulusan dan keikhlasan untuk saling membantu. Dengan
demikian usaha pemerintah untuk memberikan bantuan kepada korban bencana alam
sudah sedikit terbantu oleh parpol- parpol tersebut.
Namun
dibalik semua itu ada hal-hal lain yang membuat pemerintah terhambat untuk
segera cepat dalam segala hal. Mungkin karena kendala dana atau uang. Kembali
kepada penjelasan paragraf pertama bahwa Indonesia sebenarnya adalah negara
yang paling kaya didunia. Jika pemerintah tidak menjual kekayaan negara yang
diatas namakan demi kepentingan rakyat tapi pada akhirnya hanya demi
kepentingan pribadi maka pertambangan emas di Papua tidak akan jatuh di PT
Freefort, hanya 1 % keuntungan dari pertambangan emas untuk Indonesia sebagai
pemilik tanah sementara 99% untuk
Amerika sebagai pengelola dan memiliki teknologi untuk melakukan penambangan. Jika
hamparan hutan hujan tropis yang berada di Kalimantan, Sulawasi dan Sumatra
tetap dilindungi dan tidak dijadikan area untuk permainan Golf bagi mereka yang berkantong tebal, jika
pertahanan Indonesia kuat dalam melindungi daerah laut maka negara tetangga
tidak akan bisa menggambil hasil laut didaerah laut Indonesia, dan jika potensi
anak-anak bangsa yang tinggi dihargai oleh bangsanya sendiri sehingga dia tidak
melarikan diri keluar negeri dimana pemikiran mereka lebih dihargai. Anak-anak
bangsa adalah cikal bakal pemimpin masa depan yang harus tetap diberi arahan
dalam setiap pelaksanaan kepemimpinan, alangkah
baiknya jika pemerintah menambah pengetahuan anak bangsa dengan mengirim anak
bangsa belajar diluar negeri dalam jangka waktu tertentu dan pulang kembali ke tanah
air untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat di luar negeri. Tapi kenyataannya
malah anggota DPR yang katanya pergi studi banding tapi tidak mendapatkan ilmu padahal
telah mengabiskan uang rakyat, dan bagi mereka hanyalah ajang untuk berwisata
melapas penat setelah lama bekerja, padahal ada beban berat yang harus mereka
pikul untuk kemajuan bangsa Indonesia dan mereka harus bertanggung jawab
terhadap harapan rakyat.
Sebenarnya
Indonesia tidak terlambat untuk mulai berbenah kembali, saat Indonesia jatuh
maka Indonesia harus tegak berdiri kembali karena kehidupan akan terus
berlanjut meskipun tanpa Indonesia, jika tidak Indonesia akan tetap terus
tertinggal, negara lain akan semakin kuat dan Indonesia akan makin lembek.
Lebih baik berjalan dari pada hanya diam. Caranya bisa dengan membangkitkan
semangat muda bagi para putra putri Indonesia, membangun kedisiplinan yang lebih.
Semangatkan lagi gerakan anti korupsi yang bukan hanya omong doang!! Menanamkan
nilai-nilai kejujuran sejak dini terhadap anak-anak di Indonesia akan mengurangi
sifat-sifat yang suka korupsi di kemudian hari.
Di
tahun 2013 lalu Indonesia menikmati pertumbuhan ekonomi yang mencapai kisaran 6
%, sementara sejumlah negara di kawasan Eropa sedang berjuang pulih dari krisis
ekonomi. Itu jelas sebuah prestasi walau pada saat bersamaan sejumlah masalah
masih terus membayang-bayangi Indonesia, antara lain korupsi, penegakan hukum,
distribusi pendapatan, maupun keamanan.Kadangkala bagaimanapun prestasi yang
dicapai oleh seseorang tidak mampu menghapus kebenaran bahwa orang tersebut
pernah berbuat salah. Begitu juga dengan Indonesia walaupun sejumlah prestasi
telah diraih tapi masyarakat Indonesia masih saja dibayang-bayangi oleh masalah
Indonesia yang susah untuk diselesaikan. Sehingga masyarakat masih saja
gelisah, kekuatan yang sebenarnya bisa muncul malah terhalangi oleh hal-hal
semacam itu. Oleh karena itu untuk menjadi
kuat lagi bangsa Indonesia harus memprioritaskan penyelesaian masalah yang
membabi buta di Indonesia. Tanpa mengenyampingkan untuk meraih prestasi.
Oleh
karena itu Indonesia harus bangkit sebangkit bangkitnya, dimulai dari hal- hal
kecil sampai hal yang paling besar. Tidak hanya pemerintah tapi semua elemen
masyarakat terutama pemuda, pemuda harus mengambil peran sebagai agen of change bagi perbaikan bangsa, karena
pemuda adalah sekumpulan orang yang memiliki semangat, jiwa, dan ide yang masih
segar, orang yang berfikir kritis terhadap suatu masalah, orang yang berenergi
positif, visioner, tangguh, dan orang
yang akan membangun bangsanya menjadi lebih baik kedepannya. Pemuda sebagai agen of
change merupakan sebuah agen perubahan bagi bangsa menuju pada keadaan yang
konsisten, damai, dan sejahtera. Seiring perjalanan bangsa peran pemuda akan banyak membawa perubahan
yang baik bagi masyarakat Indonesia. Saya, kamu dan kita semuanya adalah
harapan Indonesia untuk mulai bangkit dan kemabali menjadi bangsa yang kuat
lagi. Tidak terjajah oleh fikiran yang menyesatkan bangsa, disiplin, dan
mengharumkan nama bangsa di luar. Sebagai anak yang dilahirkan ditanah air
tercinta Indonesia sudah sepantasnyalah kita harus berani berkorban membela
Indonesia membawa Indoensia menjadi jaya. Termasuk bereparang melawan diri
sendiri supaya tidak terjebak dalam prilaku yang membuat Indonesia menjadi
semakin lembek. Tugas kita adala melakukan hal-hal yang positif, berani untuk
bersuara demi membangun kekuatan Indoensia yang dambakan. Dengan begitu
berperang melawan diri sendiri supaya selalu mengikuti suara hati dalam
bertindak. Dan sekali lagi Indonesia belum terlambat untuk bangkit karena
Indoensia memiliki pemuda pemudi yang cerdas. Mudah-mudahan kekuatan itu muncul
dan kita, bangsa Indonesia tidak lamban lagi dalam bertindak.
Tulisan
ini dibuat untuk mengikuti lomba blog dari www.darwinsaleh.com
. Tulisan ini adalah karya sendiri dan bukan merupakan jiplakan.
Sumber Referensi
2. http://www.apakabardunia.com/2010/08/negara-manakah-yang-paling-kaya-di-bumi.html
3. http://deviyuliarahmi.blogspot.com/2013/09/pemuda-agen-of-change.html
4. www.darwinsaleh.com
3. http://deviyuliarahmi.blogspot.com/2013/09/pemuda-agen-of-change.html
4. www.darwinsaleh.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar