بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Jumat, 27 September 2013

My Profile

It My Profile

Nama               : Devi Yulia Rahmi
Alamat             : Bukittinggi
Hobby             : Baca, Nulis, Browsing, Menyendiri
Cita-Cita         : Pengen jadi Lecture, Pengen jdi Enterprenuer, Pengen jadi Penulis punya banyak   Novel karangan sendiri.
Motto              : Perlahan tapi pasti, suatu saat pengen lihat orang tua lihat keberhasilan anak- anaknya

Riwayat Pendidikan
SDN 12 Sungai Pua
SMPN 1 Sungai Pua
MAN Model Bukittinggi
S1 Manajemen, Universitas Andalas
Pengen S2 nya di UNPAD dan S3 nya di Australia Jurusan Manajemen Keuangan.. Aminn 

Riwayat Organisasi
Pramuka (SMP)
Anggota PIPALA/Pelajar Islam Pecinta Alam (MAN)
Anggota Musik Tradisional (MAN)
Departemen Penelitian & Pengembang  BEM  FE UA Kampus II
Anggota Lkei /Lembaga Kajian Ekonomi Islam
Anggota HMI Cabang Payakumbuh 

Aktifitas Sekarang 
Saat ini saya baru semester III di Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Andalas kampus II.  Disamping menghabiskan waktu untuk kuliah di kampus, Kayaknya mulai sekarang saya tertarik menyempatkan waktu luang untuk otak atik blog, hobby baru yang belum lama saya
dalami. Sangat asik, saat saya nulis dan saya postingkan ke blog pribadi saya. Sayapun mulai menyukai nge-blog dan sekaligus nyalurin bakat nulis saya.. Hha


»»  Read more...

Selasa, 24 September 2013

Pemuda Agen Of Change

Kata pemuda mengandung banyak makna, tetapi secara garis besar pemuda adalah sekumpulan orang yang memiliki semangat, jiwa, dan ide yang masih segar, orang yang berfikir kritis terhadap suatu masalah, orang yang berenergi positif, visioner, tangguh, dan orang yang akan membangun bangsanya menjadi lebih baik kedepannya.
Karena pemuda adalah orang visioner, kritis, tangguh,  maka tidak salah jika title Agen of change melekat pada diri pemuda tersebut. Agen of change adalah sebuah agen perubahan bagi bangsa menuju pada keadaan yang konsisten, damai, dan sejahtera. Seiring perjalanan bangsa  peran pemuda banyak membawa perubahan yang baik bagi masyarakat Indonesia. Sumpah pemuda tanggal 28 Oktober 1928 lahir karena langkah strategis yang dilakukan oleh pemuda untuk menyatukan pemuda di seluruh tanah air menjadi satu tanah air Indonesia, satu bangsa Indonesia,  dan satu bahasa Indonesia.
Jika kita melihat sejarah gerakan perjuangan pemuda sebagai kontrol pemerintahan dan kontrol sosial adalah suatu perkembangan pesat,  hingga terjadi Tragedi Trisakti yang merupakan gerakan perjuangan pemuda dan mahasiswa. Gerakan ini menuntut reformasi perubahan pemerintahan yang KKN ( Korupsi, Kolusi dan Nepotisme ) dan memaksa Presiden Soeharto untuk turun dari jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia.
Bung Karno pernah berkata dalam pidatonya  “kau berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, kau berikan aku 10 pemuda saja niscaya akan kuguncangkan dunia”. Artinya begitu besarnya kekuatan fikiran maupun fisik dari seorang pemuda,  jika mereka bersatu kekuatan mereka akan mengguncang dunia. Begitu kuat, tangguh, dan beharganya seorang pemuda. Disamping itu  Bung Karno mewakili Indonesia yang berharap supaya pemuda terus berkarya, memajukan bangsa karena, kokohnya sebuah bangsa berada dalam genggaman para pemuda-pemuda yang selalu berfikir kritis untuk kemajuan bangsa. Bukan hanya Bung Karno yang berharap seperti itu, 100 orang tua bermimpi tapi 1 orang pemuda mampu mewujudkan mimpi tersebut. Para orang tua juga berharap anak-anak muda mereka mampu menjadi Agen of change bagi keluarganya bahkan bangsanya.
Ternyata peran seorang pemuda telah muncul bahkan sebelum kedatangan agama Islam. Para nabi dan rasul diutus untuk menyampaikan wahyu Allah SWT dan menjalankan syariat-Nya. Dimana para nabi dan rasul adalah orang-orang terpilih dari kalangan pemuda untuk melakukan perubahan. Di antara mereka ada yang diberi kemampuan luar biasa dalam berargumen dan berdebat, sebelum usianya genap delapan belas tahun.
Nabi Ibrahim a.s., misalnya, seperti dijelaskan dalam Al-Qur’an QS Al-Anbiya: 60-67 , adalah seorang pemuda yang sering berdebat dengan kaumnya, menentang peribadatan kepada patung-patung yang tidak dapat bicara, memberi manfaat dan mudharat. Kisah lainnya adalah Ashabul Kahfi  yang tergolong pengikut Nabi Isa a.s. Mereka adalah anak-anak muda yang menolak kembali agama nenek moyang mereka, menolak menyembah selain Allah SWT. Mereka bermufakat mengasingkan diri dari masyarakat dan berlindung dalam suatu gua, karena jumlah mereka relatif sedikit yakni tujuh orang di antara masyarakat penyembah berhala. Fakta sejarah ini terekam jelas dalam Al-Qur’an surat Al Kahfi ayat 9-26.
Namun sekarang ini, potensi pemuda hanya tinggal kenangan, banyak dari para pemuda yang tidak melakukan tugas mereka sesuai dengan apa yang seharusnya mereka lakukan. Peran pemuda sebagai agen of change mulai luntur mungkin lantaran terpengaruh oleh kecanggihan yang serba instan sehingga membuat para pemuda lemah dan tidak mandiri. Kalau sudah seperti itu bagaimana pemuda bisa menjadi agen of change sedangkan mereka sendiri tak mampu merubah diri mereka kejalan yang lebih baik. Namun, tidak semua pemuda yang berbuat demikian, ada sebagian pemuda yang sadar akan tanggung jawab mereka. Mereka mau melakukan perubahan baik bagi dirinya sendiri maupun lingkungan sekeliling mereka.
Oleh karena itu, bangkitkan lagi semangatmu wahai pemuda, dobrak perubahan-perubahan yang positif bagi bangsamu. Raih impianmu dan wujudkan mimpi-mimpi orang yang mempercayaimu.

Artikel ini ditulis untuk diikutkan dalam Blog Competition Gebyar Farmasi II UNAND tema Wajib "Pemuda Sebagai Agen Of Change"
( http://bemfarmasiunand.org/)












    
»»  Read more...

Jumat, 20 September 2013

Apakah Kita Telah Merdeka Seutuhnya??

 Tanggal 17 Agustus 2013 ini, Insya Allah menandakan Indonesia merdeka yang ke-68 tahun. Berarti sudah 68 tahun Indonesia mempertahankan kemerdekaan yang sulit untuk didapatkan dulunya. Semua itu tidak lepas dari perjuangan para pahlawan yang rela mati demi mendapatkan dan mempertahan kemerdekaan Indonesia. Tulusnya perjuangan para pahlawan membawa makna tersendiri bagi bangsa Indonesia, bahwa Indonesia dicintai oleh rakyatnya. 
Luhurnya cita-cita para pejuang bangsa adalah ingin melihat Indonesia esoknya menjadi  bangsa yang merdeka, tidak hanya merdeka dalam arti kata bebas dari para penjajah tapi juga merdeka dalam arti bebas berkarya, berfikir positif serta bebas dalam kekayaan hati akan nilai-nilai sosial serta spiritual. 
Enam puluh delapan tahun yang lalu, tepatnya tanggal 17 Agustus 1945 itulah puncak perjuangan Indonesia untuk mendapatkan kemerdekaan. Dimana setelah 3.5 abad bangsa Indonesia dibelenggu oleh para penjajah akhirnya saat itu adalah hari pertama dimana masyarakat Indonesia bisa bersorak merdeka, merdekaa!! Tanpa rasa cemas dan takut dengan para penjajah . Tidak hanya sampai disana perjuangan bangsa Indonesia, bangsa penjajah tidak mengakui kemerdekaan bangsa akhirnya timbul pertentangan lagi antara bangsa pribumi dengan para penjajah. Mereka menganggap bahwa kemerdekaan yang didapatkan oleh Indonesia adalah sebuah hadiah saja, maksudnya kemerdekaan yang didapatkan adalah kemerdekaan pemberian oleh penjajah. Tapi, perlu kita ketahui bahwa kemerdekaan yang didapatkan bukanlah kemerdekaan yang dijanjikan oleh Jepang sebelumnya. Untuk mendapatkan kemerdekaan ini pergolakan yang timbul adalah pergolakan fisik dan mental para pahlawan bangsa. Bukan serta merta mudah dan merupakan pemberian. Itu tidak benar.
Jika kita kembali ketahun 2013, apakah kemerdekaan yang dicita-citakan para pahlawan itu terwujud. Memang bangsa kita tidak dijajah secara fisik lagi oleh bangsa penjajah lagi tapi, apakah kita merdeka semerdeka - merdekanya  yakni merdeka tidak terpengaruh oleh apa dan siapapun. Dalam arti sempit kita memang telah merdeka, tapi dalam arti luas kita masih belum merdeka. Kita masih terjajah oleh keinginan hati yang tidak menuntun kepada keadaan yang lebih baik.
O iya saat memasuki usia 68 tahun, Indonesia menikmati pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan mencapai di kisaran 6%, sementara sejumlah negara di kawasan Eropa sedang berjuang pulih dari krisis ekonomi. Itu jelas sebuah prestasi walau pada saat bersamaan sejumlah masalah masih terus membayang-bayangi Indonesia, antara lain korupsi, penegakan hukum, distribusi pendapatan, maupun keamanan yang antara lain tercermin dari tewasnya dua aparat polisi dalam waktu 10 hari
Kadangkala bagaimanapun prestasi yang dicapai oleh seseorang tidak mampu menghapus kebenaran bahwa orang tersebut pernah berbuat salah. Begitu juga dengan Indonesia walaupun sejumlah prestasi telah diraih tapi masyarakat Indonesia masih saja dibayang-bayangi oleh masalah Indonesia yang susah untuk diselesaikan. Sehingga masyarakat masih saja gelisah, dan itu menandakan bahwa Indonesia belum merdeka seutuhnya.
Oleh karena itu bangsa Indonesia harus memprioritaskan penyelesaian masalah yang membabi buta di Indonesia. Tanpa mengeyampingkan untuk meraih prestasi. Semoga di ulang tahun yang berikutnya Indonesia memiliki perubahan yang lebih positif lagi.
Artikel ini ditulis untuk diikutkan dalam Blog Competition Gebyar Farmasi II UNAND. Tema Pilihan "Hari Kemerdekaan RI" (http://bemfarmasiunand.org/)

»»  Read more...