بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Jumat, 21 Juni 2013

Segerombolan Hujan Yang Datang

Jam 4 teng, seorang dosen keluar dari ruang G.21 tempat dimana kami para pencinta matakuliah itu berkumpul. Maksud pecinta disini karena sebagian dari orang-orang yang berada dalam kelas itu adalah mahasiswa-mahasiswa yang tidak puas dengan nilai yang didapatkan sebelumnya. Sehingga mereka rela menghabiskan waktu sebulan yang seharusnya bisa menjadi waktu libur yang panjang buat mereka. Selama mereka iklas itu tidak apa-apa, toh itu demi kebaikan mereka juga untuk mendapatkan nilai yang lebih baik lagi.
Disamping itu banyak juga dari kami yang belum pernah bersentuhan dengan mata kuliah itu nekat setengah mati buat ngambil mata kuliah tersebut. Entah apa dasarnya, harusnya kami ngambil mata kuliah itu diwaktu tahun ajaran baru dan berlangsung selama 6 bulan. Dan sekarang kami ngambil dan harus selesai dalam satu bulan. Gila kan!! G’ gila-gila juga sich, mungkin kami terlalu mencintai ilmu pengetahuan sehingga ngebet banget buat ikut di kelas itu.. Haha terlalu narsis..
Kembali kecerita awal, dosen nya kan keluar jam 4 teng, ehh pas mau keluar ruangan, datang segerombolan hujan badai yang menyerang kami, ia serta merta menghantam pintu ruangan itu Sehingga langkah dosen yang tadi nya mau keluar terhenti. Sungguh ironis, hujan yang datang bergerombolan itu membuyarkan semua rencana kami. Entah mengapa mereka datang secara tiba-tiba dan menyerang begitu saja.
Ibarat di negeri yang aman dan makmur kami yang tertidur pulas tak mampu bergerak saat dikepung oleh musuh secara tiba-tiba di pagi buta. Terpaksa kami menunggu hingga serangan itu berakhir, kami tidak melakukan perlawanan, karena satu senjatapun kami tak punya, lebih baik kami diam daripada ikut bertindak dan akhirnya malah kena masalah. Ada sich yang nekat menerobos para gerombolan hujan itu, tapi akibatnya gelombolan itu menghantam seluruh tubuh mereka, basah kuyup dech..
Waktu demi waktu perlawanan mereka mulai hilang, mungkin karena kelelahan atau mungkin karena gerombolan itu menganggap kami bukan lawan yang pantas. Entahlah, yang terpenting kami siap memulai langkah kaki kami lagi.
Kami berenam mulai memantapkan langkah untuk melusuri lorong itu, bukan semacam lorong-lorong yang anker tapi merupakan gang yang cantik yang dipenuhi ornament bangunan bak laba-laba. Tentu demikian karena kampus kami dikenal bagai bangungan spiderman. Tapi cantik.
Menedekat kesebuah halte yang sudah dipenuhi oleh jejeran-jejeran mahasiswa yang ingin pulang kekos nya masing-masing. Wajah mereka tampak mengiba bahkan ada yang cemas, karena takut para gerombolan bening dari langit itu datang lagi yang tadi sempat menghentikan langkah mereka. Memang seperti itu, kami juga merasakan hal yang sama dengan para jejeran-jejeran tadi.
Kebetulan satu bus unand datang menghampiri kami, karena terlalu banyak manusia yang mau ikut dengan bus itu, sehingga semua tempat duduknya penuh. Sebagian orang yang tidak ingin dikepung oleh gerombolan bening nekat berdiri diantara kursi- kursi yang penuh itu. Dua dari teman saya termotifasi juga untuk berdiri. Mereka adalah Juni dan Yurra. Dua teman ku ini yakin banget untuk naik bus itu, mereka rela berdiri asalkan cepat sampai di asrama. Tapi aku dan 3 teman ku lagi tidak mau mengikuti langkah mereka. Walaupun dua temanku telah bujuk kami dengan berbagai macam cara. Kami tetap tidak mau. Sehingga Yuni pun berkata, kalian g’ shalat?? Cepatlah nanti waktu ashar keburu habis. Kami tetap diam, bukannya kami mau melalaikan shalat tapi entah mengapa kami tidak mau menuruti mereka. Yurra juga ikut berbicara, kalian g’ laper?? Cepatlah ayo naik.. kami tetap diam dan teguh dengan pendirian kami untuk menunggu bus lain yang seakan lebih baik dari pada bus mereka. Mereka berdua ngerah dan masuk ke bus itu, Saya, Anira, Nova serta Monic hanya melambaikan tangan mengiringi keberangkatan bus itu.
Kami tertawa terpingkal-pingkal,menertawakan teman yang berdua itu. Tapi pada akhirnya menertawakan diri sendiri karena pada akhirnya kami yang kena batu nya.
»»  Read more...